-->

Paus Fransiskus Mengajak Umat Katolik untuk Selalu Membawa Rosario

Editor: iKatolik.net author photo

Paus Fransiskus Mengajak Umat Katolik untuk Selalu Membawa Rosario
Foto: Chatolic News Agency

iKatolik.net
- Paus Fransiskus mengundang umat Katolik untuk menemukan kembali keindahan doa rosario bulan oktober ini serta mendorong semua orang untuk membawa rosario di saku mereka.

Menurut Bapa Suci dalam kotbahnya beberapa waktu lalu di Aula Paul VI, keindahan doa rosario telah memelihara iman umat Kristiani selama berabad-abad. 

Di hadapan para peziarah yang berbahasa Arab, Paus Fransiskus menegaskan bahwa Doa Rosario merupakan doa terindah yang bisa kita ucapkan kepada Perawan Maria.

Ini kata Bapa Suci adalah kontemplasi tentang tahapan kehidupan Yesus Sang Juruselamat dengan Bunda Maria dan merupakan senjata yang melindungi kita dari kejahatan dan godaan.

Pada kesempatan yang sama Paus mengatakan bahwa Perawan Maria yang Terberkati telah mendesak doa rosario dalam penampakannya, terutama dalam menghadapi ancaman yang membayangi dunia.

“Bahkan saat ini, di masa pandemi ini, perlu memegang rosario di tangan kita, berdoa untuk kita, untuk orang yang kita cintai dan untuk semua orang,” kata Paus Fransiskus melansir CNA.

Pesan Paus Fransiskus Tentang Doa

Dalam katekesenya, Bapa Suci banyak berbicara tentang doa. Doa menurutnya adalah membiarkan diri kita digendong oleh Tuhan, terutama pada saat-saat mengalami penderitaan atau godaan.

“Di saat malam, kita bisa merasa tidak berguna dan kesepian. Saat itulah doa akan datang dan mengetuk pintu hati kita,” katanya. 

"Dan bahkan jika kita telah melakukan sesuatu yang salah, atau jika kita merasa terancam dan takut, ketika kita kembali di hadapan Tuhan dengan doa, ketenangan dan kedamaian akan kembali seperti keajaiban" tambah Paus Fransiskus.

Paus menambahkan bahwa "bukti doa" yang sebenarnya adalah cinta sesama. Ketika seseorang didorong melalui konfrontasi dengan Tuhan untuk melayani saudara dan saudari.

Paus memperingatkan orang-orang Kristen agar tidak mengambil tindakan tanpa terlebih dahulu memahaminya melalui doa.

“Orang-orang percaya bertindak di dunia setelah pertama-tama tetap diam dan berdoa; kalau tidak, tindakan mereka impulsif, tanpa kebijaksanaan, terburu-buru tanpa tujuan,” katanya. 

“Ketika orang percaya berperilaku seperti ini, mereka melakukan begitu banyak ketidakadilan karena mereka tidak pergi berdoa kepada Tuhan terlebih dahulu, untuk memahami apa yang harus mereka lakukan,” lanjut Bapa Suci.

“Dalam jiwa mereka yang berdoa, rasa kelemahan mereka sendiri lebih berharga daripada saat-saat permuliaan, ketika tampaknya hidup adalah rangkaian kemenangan dan kesuksesan” tutupnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini