Paus Fransiskus: Gereja dan Dunia Membutuhkan Sifat Keibuan Maria

Editor: iKatolik.net author photo

Paus Fransiskus: Gereja dan Dunia Membutuhkan Sifat Keibuan Maria
Foto: Vatican News

ikatolik,net
- Dalam pertemuannya dengan para mahasiswa dan staf Fakultas Teologi Kepausan Marianum Roma, Paus Fransiskus merefleksikan tentang keibuan dan kewanitaan Bunda Maria.

Menurut Paus Fransiskus, Maria adalah teladan ibu dan wanita. Sekolahnya adalah sekolah iman dan kehidupan, dan dia mengajar dengan baik alfabet kehidupan manusia dan Kristen.

Pertemuan tersebut melibatkan Paus Fransiskus dan 200 orang mahasiswa dan profesor yang menerbitkan Marianum atau jurnal terkenal tentang teologi Maria.

Inti misteri Maria apabila kita masuk ke dalamnya menurut Paus Fransiskus akan dapat menemukan keajaiban keibuan dan kewanitaannya.

"Elizabeth mengenalinya sebagai ibu Tuhan, dan Yesus ingin kita hidup bersama ibu-ibu terbaik", kata Paus Fransiskus melansir Vatican News.

Keibuan Maria Membangun Persaudaraan

Gereja menurut Paus Fransiskus perlu menemukan kembali hati keibuan Maria, yang berdetak untuk persatuan. Maria menurutnya juga membutuhkan Bumi kita, untuk kembali menjadi rumah bagi semua anaknya.

“Bunda Maria menjadikan Tuhan saudara kita, dan sebagai seorang ibu yang dapat menjadikan Gereja dan dunia terikat dalam persaudaraan,” kata Paus. 

Mengutip ensiklik terbarunya, Fratelli tutti, dia berkata, Bunda Maria “ingin melahirkan dunia baru, di mana kita semua adalah saudara dan saudari, di mana ada ruang untuk semua orang yang dibuang oleh masyarakat kita” (no. 278).

“Kami membutuhkan keibuan, mereka yang menghasilkan dan meregenerasi kehidupan dengan kelembutan, karena hanya pemberian, perhatian, dan berbagi yang membuat keluarga manusia tetap bersama.”

Menurut Paus, dunia tanpa ibu, tidak memiliki masa depan.

“Untung-untung saja tidak memberikan masa depan, malah terkadang menambah ketimpangan dan ketidakadilan. Para ibu, sebaliknya, membuat setiap anak betah dan memberi harapan” ujar Bapa Suci.

Sebagai seorang ibu, Maria mengajarkan seni bertemu dan berjalan bersama. Dalam hal ini, Paus memuji Marianum di mana tradisi teologis dan spiritual yang berbeda bersatu seperti dalam sebuah keluarga besar, sehingga berkontribusi juga pada dialog ekumenis dan antaragama.

Menjadi seorang wanita Maria menjadikan kita umat

Berbicara tentang kewanitaan Maria, Paus berkata, "Sama seperti ibu menjadikan Gereja sebuah keluarga, demikian pula wanita menjadikan kita umat." 

"Ini menjelaskan kesalehan populer alami kepada Bunda Maria, mendorong Mariologi untuk mengikuti dan mempromosikannya, terkadang memurnikannya, tetapi selalu memperhatikan "tanda-tanda zaman Maria" yang berjalan sepanjang zaman kita" kata Paus.

Dalam hal ini, Paus menarik perhatian pada peran perempuan, dengan mengatakan itu penting bagi Gereja dan dunia. 

“Wanita yang membawa Tuhan ke dunia, harus bisa membawa hadiahnya ke dalam sejarah. Kejeniusan dan gayanya dibutuhkan" tutup Paus Fransiskus.

Share:
Komentar

Berita Terkini