Paus Fransiskus: Cinta adalah Jalan Menuju Perdamaian

Editor: iKatolik.net author photo

Paus Fransiskus: Cinta adalah Jalan Menuju Perdamaian
Foto: Vatican News

ikatolik.net
- Paus Fransiskus mendesak semua orang untuk mengikuti teladan kasih Yesus yang memberi diri untuk menyebarkan peramaian.

Pesan ini disampaikan Bapa Suci dalam homilinya pada peringatan Pertemuan Doa Internasional untuk Perdamaian pada Rabu (20/10/2020) kemarin.

Pada kesempatan itu Paus Fransiskus merefleksikan bagian Injil yang menggambarkan momen-momen sebelum kematian Yesus di kayu salib.

Yesus kata Paus Fransiskus mengalami pencobaan di tengah penderitaannya di kayu salib. Banyak dari antara mereka yang hadir dengan kejam mengejekNya dengan kata-kata "Selamatakan diriMu!" (Mrk 15:30).

Paus Fransiskus menjelaskan bahwa godaan besar untuk berpikir hanya menyelamatkan diri kita sendiri dan lingkungan kita sendiri adalah sesuatu yang tidak akan membuat siapa pun terhindar dari pencobaan, termasuk kita orang Kristen.

Padahal itu naluri yang sangat manusiawi, lanjutnya, itu “salah”. Itu adalah "pencobaan terakhir dari Tuhan yang disalibkan," katanya.

Imam Kepala dan Yesus

Paus Fransiskus melanjutkan dengan mencatat bahwa orang berikutnya yang mengucapkan kata-kata "Selamatkan dirimu" adalah para imam kepala dan ahli Taurat.

Mereka yang telah mengutuk Yesus, karena mereka menganggap Dia berbahaya.

"Kita semua adalah spesialis dalam menyalibkan orang lain untuk menyelamatkan diri kita sendiri," kata Paus Fransiskus.

"Yesus, bagaimanapun, membiarkan diri-Nya disalibkan, untuk mengajar kita untuk tidak mengalihkan kejahatan kepada orang lain," kata Paus. 

Imam kepala menuduh Dia justru karena apa yang telah Dia lakukan untuk orang lain: "Dia menyelamatkan orang lain dan tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri!" (ayat 31).

Paus menjelaskan bahwa para pendeta dan ahli Taurat ini mengenal Yesus. Mereka mengingat kesembuhan dan mukjizat pembebasan yang Dia lakukan, tetapi mereka menarik kesimpulan yang jahat.

"Bagi mereka, menyelamatkan dan membantu orang lain adalah "tidak berguna" dan Yesus, yang memberikan diri-Nya tanpa syarat untuk orang lain, kehilangan diri-Nya sendiri" kata Paus.

Mereka yang disalibkan bersama Yesus

Selain imam kepala, orang yang disalibkan bersama Yesus juga mengejek Dia untuk menyelamatkan mereka dari Kayu Salib. Mereka menurut Paus Fransiskus memandang Yesus hanya untuk menyelesaikan masalah mereka.

Paus Fransiskus mencatat bahwa Tuhan datang tidak hanya untuk membebaskan kita dari masalah sehari-hari kita yang selalu ada, tetapi untuk membebaskan kita dari masalah nyata, yaitu kurangnya cinta. 

"Kurang cinta dan hanya memikirkan diri kita sendiri adalah penyebab utama penyakit pribadi, sosial, internasional dan lingkungan kita. Itu adalah bapak segala kejahatan," kata Paus.

"Namun salah satu pencuri kemudian memandang Yesus dan melihat di dalam Dia cinta yang rendah hati. Dia masuk surga dengan melakukan satu hal saja: mengalihkan perhatiannya dari dirinya kepada Yesus, dari dirinya sendiri ke orang di sebelahnya," lanjut Bapa Suci.

Kalvari: Duel antara Tuhan dan Manusia

Paus Fransiskus kemudian menggambarkan Kalvari sebagai situs "duel besar antara Tuhan, yang datang untuk menyelamatkan kita, dan manusia, yang ingin menyelamatkan hanya dirinya sendiri.

Pada akhirnya, kata Paus, kemenangan Tuhan terungkap; Belas kasihannya turun ke atas bumi. Lengan Yesus, terentang di kayu salib, menandai titik balik, karena Tuhan tidak menunjuk siapa pun, melainkan merangkul semua. 

"Karena cinta saja yang memadamkan kebencian, cinta saja pada akhirnya dapat menang atas ketidakadilan. Cinta saja memberi ruang bagi orang lain. Cinta sendiri adalah jalan menuju persekutuan penuh di antara kita," kata Paus Fransiskus.

Akhirnya, Paus Fransiskus berdoa agar Tuhan memberikan kita rahmat untuk lebih bersatu dan persaudaraan.

Dengan menjadi lebih terlibat dalam persaudaraan, Paus menyimpulkan, kita akan menjadi saksi yang lebih kredibel tentang Tuhan yang benar.

Share:
Komentar

Berita Terkini