-->

Dalamnya Makna Tanda Salib Bagi Orang Katolik

Editor: iKatolik.net author photo

Dalamnya Makna Tanda Salib Bagi Orang Katolik

ikatolik.ne
t - Apakah kamu selalu membuat tanda salib ketika berdoa? Saat bangun pagi, ketika hendak makan atau saat ke gereja?

Tanda salib dalam Katolik begitu dalam maknanya. Bukan hanya sekedar gerakan simbolis semata.

Arti Tanda Salib

1) Kemanunggalan dari Allah Trinitas,

2) Salib menunjukkan keadilan Allah, yang menunjukkan betapa kejamnya akibat dosa kita, sehingga Allah sendiri yang menebusnya dengan wafat-Nya di salib itu (lih. Gal 3:13)

Salib menunjukkan kasih Allah yang terbesar, yaitu bahwa Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yoh 15:13) agar kita dapat diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).

4) Salib yang merupakan tanda keselamatan dan kemenangan orang-orang Kristen, yang disebabkan oleh kemenangan Kristus atas dosa dan maut.

Jadi tanda salib ini merupakan lambang yang berdasarkan Alkitab (lih. Yeh 9:4, Kel 17:9-14, Why 7:3, 9:4 dan 14:1), dan tidak bertentangan dengan ajaran Yesus.

Bahkan Rasul Paulus sendiri bermegah dengan pewartaan salib Kristus (Gal 6:14), sehingga wajarlah jika kita sebagai pengikut Kristus membawa makna tanda salib ini kemanapun kita berada.

Fakta Sejarah

Menurut sejarah, diketahui bahwa Tanda Salib memang merupakan tradisi jemaat awal, yang dimulai sekitar abad ke-2 berdasarkan kesaksian para Bapa Gereja, terutama Tertullian, yang dilanjutkan oleh St. Cyril dari Yerusalem, St. Ephrem dan St Yohanes Damaskus.

Jadi walaupun kita tidak membaca ajaran mengenai Tanda Salib ini dilakukan oleh para rasul di dalam Alkitab, namun bukan berarti bahwa tanda salib ini tidak berdasarkan Alkitab.

Makna yang terkandung dalam pembuatan Tanda Salib ini terpusat pada Kristus, untuk mengingatkan para beriman akan keselamatan yang dapat diperoleh oleh jasa Kristus yang tersalib dan bangkit.

Maka Tanda Salib ini bagi umat Kristen adalah tanda yang harus kita bawa kemanapun sebagai tanda yang mengingatkan kita kepada salib Kristus yang menyelamatkan kita.

Tradisi ini serupa dengan tradisi bangsa Yahudi yang memakai “tefilin” yaitu semacam kotak hitam yang berisi naskah Alkitab, yang mereka ikatkan di dahi mereka.

Kapan Kita Membuat Tanda Salib?

1) Pada saat sebelum dan sesudah kita berdoa.

2) Ketika kita melewati setiap bangunan gereja Katolik, untuk menghormati kehadiran Tuhan Yesus di dalam tabernakel.

3) Ketika memasuki gereja (membuat tanda salib dengan air suci)

4) Saat saat sedang menghadapi ketakutan ( misalnya: ketika kita mendengar sirine ambulans, mobil kebakaran) ataupun ketika menerima kabar duka cita orang yang meninggal.

5) Ketika kita melihat Salib Kristus, ataupun di saat- saat lain untuk menghormati Kristus, memohon pertolongan-Nya,

6) Ketika hendak mengusir godaan, ketakutan maupun mengusir pengaruh kuasa jahat.

7) Ketika ayah, sebagai imam dalam keluarga memberkati anak-anaknya, ia dapat menandai anak-anaknya dengan tanda salib di dahi mereka, misalnya sebelum anak-anak berangkat ke sekolah atau sebelum mereka tidur pada waktu malam hari.

Makna Penempatan Tanda Salib

Pertama, kita membuat tanda salib di dahi memiliki arti, “Dalam pikiranku, saya percaya”. kamu meminta bantuan roh kudus agar Anda bisa percaya pada sabda Tuhan, dalam pikiran Anda.

Kedua, kita membuat tanda salib di mulut. Tanda ini memiliki arti, “Melalui mulutku saya mewartakan”. kamu setuju untuk mewartakan sabda Tuhan yang anda percayai dalam pikiran Anda ke semua orang.

Ketiga, kita membuat tanda salib di dada. Tanda yang ini memiliki arti, “Dalam hatiku, saya simpan sabda Tuhan”. kamu sudah percaya pada sabda Tuhan, dan anda juga sudah setuju untuk mewartakannya ke semua orang agar mendapat keselamatan.

Namun Anda harus juga menyimpan sabda Tuhan itu dalam hati Anda, agar Andapun beroleh berkat-Nya. Dengan tanda salib tubuh kita telah dimeterai dan disucikan oleh Allah.

Dalam segala kegiatan kita: dari kita bangun tidur, sebelum tidur, kita belajar, kita bekerja, kita melakukan pelayanan, kita makan, kita susah, kita senang, kita tertawa, kita menangis.

Jika kita membuat tanda salib itu berarti kita mengundang Allah Tri Tunggal untuk menjaga, melindungi kita sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa.

Tanda salib juga merupakan tanda persatuan kita dengan sesama umat Katolik, misalnya jika kita makan di rumah makan, kemudian melihat ada orang membuat tanda salib, kita pasti bilang : Oh, orang itu orang Katolik, dia saudara saya yang seiman.

Bagaimana, lebih bersemangat bukan membuat tanda salib? Mengenakan tanda salib bukan hanya sekedar identitas sebagai orang Katolik tetapi juga tanda salib adalah gambaran dari semua yang kita percaya.

Share:
Komentar

Berita Terkini