Anggota Garda Swiss yang Positif Covid-19 Naik Jadi 11 Orang

Editor: iKatolik.net author photo

Anggota Garda Swiss yang Positif Covid-19 Naik Jadi 11 Orang
Foto: CNA

iKatolik.net
- Pengawal Kepausan Swiss atau Garda Swiss kembali mengumumkan bahwa ada penambahan setidaknya tujuh orang lagi anggotanya dinyatakan positif Covid-19.

Tentara terkecil tetapi tertua di dunia itu mengonfirmasi bahwa per Kamis (15/10/2020) total pasukan yang sudah dinyatakan positif ada 11 orang.

Melalui surat yang diterbitkan pada waktu bersamaan mereka juga memberitahukan bahwa proses isolasi khusus bagi tentara yang dimaksud akan segera diatur dan diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Unit yang memiliki 135 tentara itu menekankan bahwa mereka akan mengikuti langkah-langkah baru yang ketat untuk menahan COVID-19 yang dikeluarkan awal bulan ini oleh Kegubernuran Negara Kota Vatikan. 

Baca Juga: Umat Katolik California Protes Karena Patung St. Junipero Serra Dihancurkan

Dikatakan juga akan berusaha meminimalkan risiko penyebaran virus di lokasi tempat Garda Swiss bertugas. Sehingga dalam beberapa hari ke depan mereka akan membuat pembaruan situasi.

Pada hari Senin lalu, Vatikan mengkonfirmasi bahwa empat Pengawal Swiss pertama dinyatakan positif mengidap virus korona.

Menanggapi pertanyaan wartawan 12 Oktober, direktur kantor pers Takhta Suci Matteo Bruni mengatakan bahwa keempat anggota telah ditempatkan di isolasi setelah tes positif pada akhir pekan.

“Selama jam-jam ini, pemeriksaan yang diperlukan sedang dilakukan di antara mereka yang mungkin bersentuhan langsung dengan mereka,” katanya melansir CNA.

Baca Juga: Paus Fransiskus: Dalam Penderitaan, Tuhan Dekat dengan Kita Ketika Berdoa

Mengutip langkah-langkah baru Kegubernuran Negara Bagian Kota Vatikan, dia menjelaskan bahwa semua penjaga akan memakai masker wajah, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Terlepas dari apakah mereka sedang bertugas. Mereka juga akan mematuhi semua aturan lain yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Italia dengan Korban Terbanyak

Italia adalah salah satu negara yang paling terpukul di Eropa selama gelombang pertama virus korona. Lebih dari 381.602 orang telah dites positif COVID-19 dan 36.372 telah meninggal di Italia pada 15 Oktober, menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center. Kasus sekali lagi meningkat.

Baca Juga: Alasan Mengapa Orang Katolik Berdoa Kepada Hati Kudus Yesus

Paus Fransiskus menjaga jarak dari para peziarah selama audiensi umumnya pada 14 Oktober, ia tiba melalui pintu samping dan pergi tanpa bergaul dengan anggota masyarakat.

Di akhir audiensi, dia meminta maaf karena tidak menyapa jamaah dari dekat, mendesak semua orang yang hadir untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona.

"Maafkan saya jika hari ini saya menyapa Anda dari jauh, tetapi saya percaya bahwa jika kita semua, sebagai warga negara yang baik, memenuhi persyaratan pihak berwenang, ini akan menjadi bantuan untuk mengakhiri pandemi ini," ungkapnya.

Baca Juga: Tiga Cara Berdoa yang Baik Menurut Alkitab

Pada tanggal 2 Oktober 2020 lalu, Paus Fransiskus menerima 38 anggota baru Pengawal Swiss dalam audiensinya.

Dia mengatakan kepada mereka bahwa waktu yang akan mereka habiskan di Vatikan adalah momen unik dalam keberadaan mereka.

"Semoga Anda menjalaninya dengan semangat persaudaraan, membantu satu sama lain untuk menjalani hidup yang kaya makna dan penuh sukacita Kristen" ungkap Paus Fransiskus.

Share:
Komentar

Berita Terkini